Kasus Mesuji

Dalam Beberapa hari yang lalu banyak diberitakan kasus yang terjadi di Kabupaten Mesuji, Lampung dan Kecamatan Mesuji, Sumatera Selatan tentang adanya bentrok antara warga sekitar dan suatu pihak perusahaan yang menyebabkan adanya korban. Hal yang membuat terjedinya bentrok tersebut diduga dipicu karena adanya sengketa lahan, seperti yang saya tuliskan dari sumber yang saya dapat :

Pekanbaru (ANTARA News) – Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum, Azis Syamsuddin, berpendapat sengketa tanah merupakan akar masalah utama Kasus Mesuji di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, juga konflik di beberapa daerah lainnya, termasuk di Riau.

“Akar masalahnya adalah sengketa tanah sebagai ekses pelepasan lahan yang biasa dimanfaatkan masyarakat untuk mencari penghidupan di lahan tersebut,” katanya kepada ANTARA Pekanbaru, melalui jejaring komunikasi, Minggu.

Doktor ilmu hukum dan juga Wakil Ketua Komisi III ini, merupakan salah satu anggota tim DPR RI yang tengah mencari masukan tentang Kasus Mesuji tersebut, langsung di lokasinya, di Provinsi Lampung.

“Temuan awal menunjukkan, konflik yang memicu tewasnya warga, berawal dari sengketa lahan. Inilah yang perlu ditata. Tetapi, dugaan adanya tindak pidana dan bahkan pelanggaran HAM, harus juga ditelusuri serta diproses benar,” kata politisi muda Partai Golkar tersebut

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima (Fraksi PDI Perjuangan), mengaku, Kasus Mesuji di Provinsi Lampung dan sekitarnya ini, benar-benar menyentak nurani.

“Rakyat, yang sehari-hari bekerja sebagai petani atau petani penggarap, harus menghadapi kekerasan senjata, hanya karena mereka hendak mempertahankan lahan garapannya,” ungkapnya.

“Petani, apalagi petani penggarap, sebenarnya tidak bermaksud memiliki lahan atau tanah yang ada. Tetapi hanya ingin mengolah tanah untuk menyambung hidup,” kata Aria Bima.
(ANT-326)

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/289384/kasus-mesuji-berawal-dari-sengketa-lahan

6 Tersangka Kasus Mesuji Ditetapkan

Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Mesuji Denny Indrayana mengungkapkan Kapolda Lampung telah menetapkan enam tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Dari enam tersangka itu, dua orang merupakan aparat hukum yang membantu pengamanan keamanan PT BSMI, yakni AKP Wetman Hutagaol dan Aipda Dian Purnama,” papar Denny seusai rapat di Kantor Kemenko Polhukam, kemarin.

Secara administratif, kata Denny, keduanya telah dijatuhi hukuman disiplin sesuai putusan No Kep/17/XI/2011/YANMA berupa penempatan khusus di Subdit Propam Polda Lampung selama 14 hari, penundaan kenaikan gaji berkala selama satu periode, dan mutasi bersifat demosi.

Selain itu, kedua aparat hukum itu juga dijatuhi hukuman secara pidana. “AKP Wetman Hutagaol telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Lampung karena kealpaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Ini sesuai dengan Pasal 359 KUHP,” terang Denny.

Kemudian, atas meninggalnya dua warga Desa Sungai Sodong, kepolisian juga telah menetapkan lima tersangka dari pamswakarsa PT SWA, yaitu Heri Supriansyah bin Syafei, Muhammad Idrus alias Maus bin Jauhari, Supriyanto bin Yanto Suharto, M Ridwan alias Duwan bin Rusman, dan Tarjo bin Daryo.

Di luar itu, masih kata Denny, TPGF juga telah menemukan empat temuan awal terkait dengan kasus Mesuji. Pertama, pada tiga lokasi, baik di Register 45, Desa Sri Tanjung, maupun Desa Sodong memang ditemukan sengketa lahan antara warga dan perusahaan.

Kedua, sengketa lahan tersebut sudah terjadi dalam proses yang cukup lama. “Yang salah satu titik kejadiannya muncul dalam bentuk korban jiwa, korban luka, dan beberapa kerugian materiil di tiga lokasi itu,” imbuh Denny.

Ketiga, mengenai jatuhnya korban jiwa yang terutama pada dua lokasi, yakni Register 45 dan Sri Tanjung, Denny mengatakan pihaknya perlu melakukan pendalaman lebih jauh dan akan berkoordinasi penuh kepada Komnas HAM terkait dengan persoalan HAM.

Keempat, soal jumlah korban tewas akibat bentrokan di tiga lokasi pada periode 2010-2011. Di Register 45 sebanyak 1 orang yaitu Made Aste; di Sri Tanjung 1 orang yakni Jaelani; dan di Sodong 7 orang yaitu Saktu, Indra Syafei, Hardi, Hambali, Sabar, Saimun, dan Agus Manto (Hermanto).

Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan TGPF Kasus Mesuji yang telah bekerja dua minggu ini juga telah menuju beberapa lokasi dan menemui sejumlah pihak terkait untuk mencari celah lain yang belum ditemukan pada saat kunjungan pertama.

Anggota TGPF, Ikhsan Maliki, di Bandar Lampung sebelumnya menyatakan pihaknya menemukan persoalan sengketa lahan di Mesuji yang membutuhkan solusi nyata dari pemerintah. “Memang ada permasalahan itu, baik pada masyarakat, investor, maupun pemerintah. Karena itu, kami sedang mengumpulkan data-data terkait itu,” ujarnya. (*/X-9)

sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2012/01/03/288732/284/1/6-Tersangka-Kasus-Mesuji-Ditetapkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: