The Story Of My life

           

Judul                       : The Story Of My life

Penulis                   : Hellen Keller

Penerjemaah     : M. Rudi atmoko dan Salahudien Gz

Penerbit                 : Genta Pustaka

Cetakan 1               : Mei 2011

Cetakan 2              : Juni 2010

Cetakan 3              : Oktober 2010

Cetakan 4              : Februari 2011

ISBN                      : 978-602-9597127

Tebal Buku           : 250 Halaman

Hellen keller adalah perempuan yang dilahirkan pada 27 juni 1880 di Tuscumbia sebuah kota kecil di alabama utara, Helen Keller terlahir seperti bayi normal pada umumnya dalam usia 19 bulan tepatnya pada bulan februari helen menderita demam berkepanjangan yang nyaris meruntuhkan harapan orang tuanya sampai suatu hari helen kecil sadar dan seluruh keluarganya pun bergembira awalnya tidak satupun dari mereka atau dokternya mengetahui bahwa sejak saat itu helen tidak akan bisa melihat dan mendengar lagi.

Keterbatasan helen untuk berkomunikasi dan mengekspresikan diri membuat helen berprilaku sedikit nakal dan kondisi tersebut mebuat orang tua helen untuk memberikan helen pendidikan.

ketika helen berusia 6 tahun orang tuanya mendengar seorang dokter mata terkenal yang telah berhasil menangani banyak kasus yang tampaknya tidak mungkin di sembuhkan, orang tua helen pernah memutuskan untuk membawanya kesana untuk mengetahui apakan ada sesuatu yang mungkin bisa dikakukan pada matanya yang buta, di baltimore helen dan keluarganya di terima oleh Dr. chisholm dengan ramah tapi sayangnya dia tidak bisa berbuat apa-apa namun demikian dia berkata bahwa helen bisa di didik dia menyarankan orang tua helen untuk berkonsultasi kepada Dr alexander graham bell dari washington.lalu ayah helen pun bergegas ksana setibanya disana Dr.bell menayarankan ayah helen untuk mebuat surat kepada tuan Anagnos direktur perkins institute di boston  untuk menanyakan kepadanya apakah ada guru yang kompeten untuk mendidik helen.

” Dan dari gunung yang suci itu aku mendengar suara yang berkata: ” pengetahuan adalah cinta, cahaya juga wawasan.”-helen keller-

Beberapa minggu kemudia mr.anagnos mengabarkan bahwa dia sudah menemukan seorang guru untuk mendidik helen guru tersebut bernama Anne Mansfield Sullivan, anne sulvian datang ketika helen berumur 7 tahun kurang 3 bulan.

” Hari paling penting yang ku ingat sepanjang hidupku adalah hari ketika guruku, anne mansfield sullivan datang menemuiku” anne sullivan adalah guru sang pembawa cahaya pada kehidupan helen.

Anne adalah gurunya yang mengajarkan Helen membaca dan berbicara. Dia dengan penuh kesabaran mengejakan tiap huruf melalui jari-jarinya yang diletakkan di atas tangan Helen. Dia juga yang mengajarkan Helen untuk berbicara dan memahami suara dengan meraba bibir lawan bicaranya. Perkembangan Helen dalam mengingat tiap kata sangatlah pesat. Helen keller sangat mencintai buku dia senang membaca buku dengan huruf timbul (braile). Tidak hanya buku berbahasa Inggris. Helen juga membaca buku berbahasa Jerman, Perancis, Latin, dan Yunani.

“Yang telah kupelajari dan diajarkan padaku rasanya tidak begitu penting dibandingkan “cinta dan kemurahan” buku-buku. -helen keller-

Singkat cerita Helen membuat dunia terpana oleh prestasinya yang luar biasa. pada usia 10 tahun dia telah mashyur keseluruh dunia karena pencapaian pendidikannya dan Ia menulis cerita pertama pada usia 12 tahun. pada tahun 1900 dia menjadi mahasiswa buta tuli pertama yang diterima di Radcliffe collage, beberapa tahun menimba ilmu di radclife collage pada 28 juni 1904 sehari setelah ulang tahunnya yang ke 24 helen keller meraih gelar diploma, dia helen keller  penderita buta-tuli pertama yang berhasil menyelesaikan pendidikan setingkat univeersitas di Radcliffe college, perguruan tinggi khusus untuk perempuan dilingkungan universitas harvard menjelang akhir 1910 helen mulai belajar oleh vocalnya agar suaranya bisa di dengarkan di ruangan kuliah. dan hasilnya pada februari 1913 helen menyampaikan pidato pertamanya di depan pulic di montclair, new jersey. disana bermula kariernya sebagai pembiicara public selama 50 tahun.

Begitulah helen keller telah menunjukan kepada kita hikmah kegigihan dan ketekunan. pada satu kesempatan, helen berpesan ketika satu pintu tertutup, pintu yang lain terbuka. tetapi kerap kali kita menatap begitu lama pada pintu yang tertutup sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka untuk kita” Betapa pun pencapaina hellen keller, bukan semata usaha sepihak darinya, melainkan disertai dukungan dari lingkungan sekitarnya terutama sang guru sejatinya Anna Sullivana helen menegaskan betapa penting peran anna dalam perjalanan hidupnya tidak hanya Anne saja yang membantu Helen, tetapi banyak teman-teman Helen lainnnya yang sering membantunya seperti Dr. Alexander Graham Bell, Dr. Holmes, tuan Jefferson, tuan William Wade, dan masih banyak lagi orang-orang yang sering membantunya, hal ini menunjukan kepada kita bahwa kita tidak akan pernah “besar” tanpa bantuan orang lain disekitar kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: