PRODUSEN DAN KONSUMEN

PRILAKU PRODUSEN DAN KONSUMEN

Pengertian :

Prilaku Produsen

Dalam proses produksi, faktor produksi memiliki hubungan yang sangat erat dengan produk yang dihasilkan. Produk sebagai output (keluaran) dari proses produksi sangat bergantung pada faktor produksi sebagai input (masukan). Semakin besar jumlah faktor produksi (input) yang masuk dalam proses produksi, semakin besar pula jumlah produk (output) yang dihasilkan.

Prilaku Konsumen

proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang.

PENGERTIAN PASAR DAN MACAM-MACAM PASAR

Dalam pengertian yang sederhana atau sempit pasar adalah tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu. Definisi pasar secara luas menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya. Pada umumnya suatu transaksi jual beli melibatkan produk/barang atau jasa dengan uang sebagai alat transaksi pembayaran yang sah dan disetujui oleh kedua belah pihak yang bertransaksi. Kegiatan faktor produksi adalah kegiatan yang melakukan proses, pengolahan, dan mengubah faktor-faktor produksi dari yang tidak/kurang manfaat/gunanya menjadi memiliki nilai manfaat yang lebih. Faktor- Faktor produksi yang umumnya digunakan adalah tenaga kerja, tanah, dan modal. Kelangkaan pada suatu faktor produksi biasanya akan menyebabkan kenaikan harga faktor produksi tersebut.

– Pasar Secara Sempit

Pasar adalah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam sebuah pembelian barang atau jasa.

– Pasar Secara Luas

Pasar adalah tempat bertemunya penjual yang mempunyai kemampuan untuk menjual barang/jasa dengan pembeli yang menggunakan uang untuk membeli barang/jasa dengan harga tertentu.

MACAM-MACAM PASAR

1. Menurut Bentuk Kegiatannya

A. Pasar Nyata
Yaitu pasar dimana barang-barang yang ada akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh : pasar tradisional dan pasar swalayan.

B. Pasar Abstrak
Pasar dimana penjual tidak menawarkan barang dagangannya secara langsung, tetapi hanya menggunakan surat dagangnya saja. Contoh : pasar online

2. Menurut Cara Transaksinya

A.Pasar Tradisional

Pasar dimana penjual dan pembeli dapat melakukan proses transaksi dengan tawar-menawar secara langsung. Dan umumnya yang diperjual belikan berupa barang-barang kebutuhan pokok.

B. Pasar Modern

Merupakan pasar yang bersifat modern dimana barang-barang yang diperjualbelikan dijual dengan harga yang tidak dapat ditawar. Contoh : plaza, mall, dll.

4. Menurut Jenis Barangnya

Dimana pasar ini hanya menjuaql satu jenis barang tertentu. Contoh : pasar hewan, pasar sayur, pasar buah, pasar ikan, dll.

5. Menurut Keleluasaan Distribusi

Pasar tersebut mendistribusikan barang yang dijual ke pasar-pasar seperti pasar lokal, pasar nasional, dll.

Adapun juga jenis pasar lainnya, yaitu :

– Pasar Persaingan Monopolistik

pasar yang terletak diantara dua bentuk pasar, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli.

– Pasar Oligopoli

pasar yang hanya terdapat beberapa penjual yang saling bersaing dengan jumlah pembeli yang banyak. Contoh : pasar produk elektronik.

– Pasar Monopoli

Pasar yang terdapat satu penjual yang menguasai perdagangan barang atau jasa, produsen menetapkan sendiri harga yang diinginkan atau bertindak sebagai penentu harga.

– Pasar Duopoli

Pasar dimana barang dikuasai oleh dua perusahaan.

– Pasar Monopsoni

Pasar yang hanya terdapat satu pembeli sedangkan penjualnya banyak, sehingga pembeli bisa menntukan harga.

– Pasar Oligopsoni

Pasar yang terdapat beberapa pembeli. masing-masing pembeli memiliki peran yang cukup besar untuk mempengaruhi harga barang dan jasa.

PENGERTIAN UANG, MOTIF MEMEGANG UANG DAN KEBIJAKAN MONETER

Pengertian Uang

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran. Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.

Fungsi Uang :
• Sebagai Satuan Hitung
• Sebagai Alat Transaksi
• Sebagai Penyimpan Nilai
• Sebagai Standarisasi Pembayaran Masa Depan

Syarat Uang :
• Dapat diterima secara umum dan sah menurut UU
• Nilainya tidak berubah-ubah dalam kurun waktu
• Mudah dibawa
• Mudah disimpan tanpa berkurang nilainya
• Tahan lama
• Jumlahnya terbatas
• Bendanya mempunyai mutu yang sama

MOTIF MEMEGANG UANG

Motif Memegang Uang Menurut SeorangAhli, John Maynard Keynes sebagai investasi lain, yaitu :

– Motif Transaksi (transaction motive)

Permintaan uang untuk transaksi dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional. Model transaksi yang paling terkenal adalah Teori Boumol-Tobin.

– Motif Berjaga-jaga (precautionary motive)

Motif ini timbul dari dugaan bahwa seseorang tidak pernah mengetahui rencana pengeluarannya dengan teepat. Semakin tinggi tingkat bunga, semakin besar biaya memegang uang.

– Motif Spekulasi (speculation motive)

Menunjukkan bahwa seseorang terkadang ingin menyimpan uang dalam rekening untuk tujuan investasi sebagai asset yang aman.

KEBIJAKAN MONETER

Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, “margin requirement”, kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.
Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :

Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy

Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar.

Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy

Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :

Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)

Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.

Fasilitas Diskonto (Discount Rate)

Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah. uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.

Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)

Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.

Imbauan Moral (Moral Persuasion)

Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen

http://hidayatgoodboy.blogspot.com/2010/04/perilaku-konsumen-dan-produsen-dalam.html

http://id.shvoong.com/business-management/2003665-pengertian-pasar/

http://www.sudirmansyah.com/tag/pengertian-pasar

http://dhy-tha.blogspot.com/2010/06/pengertian-pasar-dan-macam-macam-pasar.html

http://niaas8.wordpress.com/2010/02/23/motif-memegang-uang/

http://id.wikipedia.org/wiki/Kebijakan_moneter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: