Tugas Etika Dan Profesionalisme TSI # : Pengenalan Whireshark

Tugas Pengantar Telematika : Instant Messaging pada Whatsapp sebagai layanan telematika

 

COBIT

Cobit (Control Objective for Information and Related Technology) adalah sebuah proses model yang dikembangkan untuk membantu perusahaan dalam pengelolaan sumber daya teknologi informasi (IT). Proses model ini difokuskan pada pengendalian terhadap masing-masing dari 34 proses IT, meningkatkan tingkatan kemapanan proses dalam IT dan memenuhi ekspektasi bisnis dari IT.

Cobit Dikeluarkan dan disusun oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA (Information Systems Audit and Control Association) pada tahun 1996. hingga saat artikel ini dimuat setidaknya sudah ada 5 versi COBIT yang sudah vditerbitkan, versi pertama diterbitkan pada tahun 1996, versi kedua tahun 1998, versi 3.0 di tahun 2000, Cobit 4.0 pada tahun 2005, CObit 4.1 tahun 2007 dan yang terakhir ini adalah Cobit versi 5 yang di rilis baru-baru saja.

COBIT digunakan untuk membantu manajemen senior, pemilik proses bisnis, user, dan auditor dalam memahami dan mengelola resiko yang berhubungan dengan teknologi informasi dalam suatu kebijakan yang jelas. Fokus utama dari COBIT ini adalah harapan bahwa melaui adopsi COBIT ini, perusahaan akan mampu meningkatkan nilai tambah melalui penggunaan TI dan mengurangi resiko-resiko inheren yang teridentifikasi didalamnya.

Cobit Memiliki Komponen – Komponen, yaitu:

a. Executive Summary
b. Framework
c. Control Objective
d. Audit Guidelines
e. Management Guidelines
f. Control Practices

Cobit juga memiliki empat domain sebagai tahapan pengelolaan teknologpi informasi, yaitu :

1. Perencanaan dan Organisasi (Planning and Organization) Pada domain ini, titik berat terdapat pada proses perencanaan dan penyelarasan antara strategi teknologi informasi dengan  perusahaan.

2. Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implementation) Domain ini berkaitan dengan implementasi solusi teknologi informasi dan integrasinya dalam proses bisnis organisasi.

3. Pengantaran dan Dukungan (Delivery and Support) Domain deliver and support, mencakup proses pemenuhan layanan teknologi informasi, keamanan sistem, pelatihan, dan pendidikan untuk pengguna. Selain itu, domain ini juga mencakup beberapa kegiatan seperti mengelola konfigurasi, permasalahan, data, operasi, dan lingkungan fisik.

4. Pengawasan dan Evaluasi (Monitoring and Evaluate) Dalam domain keempat pada COBIT, berfokus kepada pemeriksaan intern, ekstern, dan jaminan kebebasan dari proses pemeriksaan yang dilakukan.

Pre Test : Sistem Informasi Yang Perlu Dilindungi

Informasi yang merupakan aset harus dilindungi keamanannya. Keamanan, secara umum diartikan sebagai ‘ quality or state of being secure-to be free from danger ‘. Untuk menjadi aman adalah dengan cara dilindungi dari musuh dan bahaya. Keamanan bisa dicapai dengan beberapa strategi yang biasa dilakukan secara simultan atau digunakan dalam kombinasi satu dengan yang lainnya. Strategi keamanan informasi masing-masing memiliki fokus dan dibangun pada masing-masing kekhususannya. Contoh dari tinjauan keamanan informasi adalah:

  • Physical Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan pekerja atau anggota organisasi, aset fisik, dan tempat kerja dari berbagai ancaman meliputi bahaya kebakaran, akses tanpa otorisasi, dan bencana alam.
  • Personal Security yang overlap dengan ‘phisycal security’ dalam melindungi orang-orang dalam organisasi
  • Operation Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan kemampuan organisasi atau perusahaan untuk bekerja tanpa gangguan.
  • Communications Security yang bertujuan mengamankan media komunikasi, teknologi komunikasi dan isinya, serta kemampuan untuk memanfaatkan alat ini untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Network Security yang memfokuskan pada pengamanan peralatan jaringan data organisasi, jaringannya dan isinya, serta kemampuan untuk menggunakan jaringan tersebut dalam memenuhi fungsi komunikasi data organisasi.

Masing-masing komponen di atas berkontribusi dalam program keamanan informasi secara keseluruhan. Keamanan informasi adalah perlindungan informasi termasuk sistem dan perangkat yang digunakan, menyimpan, dan mengirimkannya. Keamanan informasi melindungi informasi dari berbagai ancaman untuk menjamin kelangsungan usaha, meminimalisasi kerusakan akibat terjadinya ancaman, mempercepat kembalinya investasi dan peluang usaha .

Sumber : br.paume.itb.ac.id/courses/ec5010/2005/puguh-report.doc

Post Test Kedua : Langkah-Langkah Utama Pelaksanaan Program Keamanan

Gambar : Langkah-Langkah Utama Pelaksanaan Program Keamanan

A. Persiapan Rencana Pekerjaan (Preparation of a Project Plan)

Dalam melakukan suatu perencanaan pekerjaan, Perencanaan proyek untuk tinjaun kemanan mengikuti beberapa item sebagai berikut :

  1. Tujuan Review
  2. Ruang Lingkup (Scope) Review
  3. Tugas yang harus dipenuhi
  4. Organisasi dari Tim Proyek
  5. Sumber Anggaran (Pendanaan) dan
  6. Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas

B. Identifikasi Kekayaan (Identification of asset)

Pada identifikasi kekayaan ada beberapa kategori asset diantaranyaa :

  1. Personnel (end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)
  2. Hardware (Mainfarme, minicomputer, microcomputer, disk, printer, communication lines, concentrator, terminal)
  3. Fasilitas (Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack)
  4. Dokumentasi (System and program doc.,database doc.,standards plans, insurance policies, contracts)

C. Penilaian Kekayaan (Valuation of asset)

Langkah ke tiga adalah penilaian kekayaan, yang merupakan langkah paling sulit. Parker (1981) menggambarkan ketergantungan penilaian pada siapa yang ditanya untuk  memberikan penilaian, cara penilaian atas kekayaan yang hilang (lost), waktu periode untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.

D. Identifikasi Ancaman-ancaman (Threats Identification)

Terdapat 2 ancaman pada asset SI yaitu :

Sumber ancaman External :

  1. Nature / Acts of God
  2. H/W Suppliers
  3. S/W Suppliers
  4. Contractors
  5. Other Resource Suppliers
  6. Competitors (sabotage, espionage, lawsuits, financial distress through fair or unfair competition)
  7. Debt and Equity Holders
  8. Unions (strikes, sabotage,harassment)
  9. Governmnets
  10. Environmentalist (Harassment (gangguan), unfavorable publicity)
  11. Criminals/hackers (theft, sabotage, espionage, extortion)

Sumber ancaman Internal :

  1. Management, contoh kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan dan control yang tidak cukup.
  2. Employee, contoh Errors, Theft (pencurian), Fraud (penipuan), sabotase, extortion (pemerasan), improper use of service (penggunaan layanan yg tidak sah)
  3. Unreliable system, contoh Kesalahan H/W, kesalahan S/W, kesalahan fasilitas.

E. Penilaian Kemungkinan Ancaman (Threats LikeIihood Assessment)

Pada penilaian ini dapat dilihat dari contoh yaitu : Perusahaan asuransi dapat menyediakan informasi tentang kemungkinan terjadinya kebakaran api dalam satu waktu periode tertentu.

F. Analisis Ekspose (Exposures analysis)

Tahap analisis ekspose terdiri dari 4 tugas yaitu :

  1. Identification of the controls in place
  2. Assessment of the reliability of the controls in place
  3. Evaluation of the likelihood that a threat incident will be successful
  4. Assess the resulting loss if the threat is successful

Referensi : http://liapsa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/16796/Bab+6+ +Mnj+Kontrol+Keamanan.pdf

V-class : Sistem Penunjang Keputusan

Download Jawaban : spk_13109879_saepul-anwar

Post Test : Tiga Aspek Kunci Pada Definisi Kontrol dan Langkah-Langkah Dalam Perencanaan Audit

Tiga Aspek Kunci Definisi Kontrol

1.  Pengendalian adalah sebuah sistem (A control is A system)

Pengendalian adalah sebuah sistem (A control is A system) Dengan kata lain terdiri dari komponen  yang saling berelasi yang berfungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu maksud atau tujuan.

2.  Keabsahan / kebenaran dari suatu kegiatan (Unlawfulevents)

Keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otorisasi (Unauthorized), tidak akurat (inaccurate), tidak lengkap (incomplete), redundansi (redundant), tidak efektif (ineffective) atau tidak efisien (inefficient) pemasukan data kedalam sistem.

3. Pemeriksaan

Pemeriksaan digunakan untuk mencegah (prevent), mendeteksi (detect), atau mengoreksi (correct) kejadian / peristiwa yang tidak sesuai dengan aturan / hukum (unlawful events).

– Langkah-Langkah Dalam Perencaaan Audit

1.Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan bidang usaha klien

Untuk dapat membuat perencanaan audit secara memadai, auditor harus memiliki pengetahuan tentang bisnis kliennya agar memahami kejadian, transaksi, dan praktik yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan.

2. Melaksanakan Prosedur Analitik

Evaluasi informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajari hubungan yang masuk antara data keuangan yang satu dengan data keuangan lainnya, atau antara data keuangan dan data non keuangan. Prosedur analitis mencakup perbandingan yang paling sederhana hingga model yang rumit yang mematikan berbagai hubungan dan unsur data.

3. Mempertimbangkan materialitas awal.

Materialitas merupakan suatu konsep yang sangat penting dalam audit laporan keuangan karena materialitas mendasari penerapan standar auditing, khususnya pengerjaan lapangan, dan stndar pelaporan. Materialitas adalah besarnya kelalaian atau pernyataan yang salah pada informasi akuntansi yang dapat menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.

4. Mempertimbangkan resiko audit.

Audit harus mempertimbangkan risiko audit dalam melakukan perencanaan audit. Risiko audit adlah risiko tidak diketahuinya kesalahan yang dapat mengubah pendapat auditor atas suatu laporan keuangan yang diaudit. Risiko audit terdiri dari atas tiga komponen, yaitu: Risiko bawaan, Risiko pengendalian, & Risiko deteksi.

5. Menetapkan strategi audit awal untuk asersi-asersi.

Mengembangkan strategi audit pendahuluan untuk asersi yang signifikan bertujuan agar auditor dalam perencanaan dan pelaksanaan audit dapat menurunkan risiko audit pada tingkat serendah mungkin untuk mendukung pendapat auditor mengenai kewajaran laporan keuangan.

6. Mendapatkan pemahaman tentang struktur pengendalian intern klien.

Standar pengerjaan lapangan kedua menyatakan bahwa pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. Agar dapat membuat perencanaan audit dengan sebaik-baiknya, auditor harus memahami bisnis klien dengan sebik-baiknya, termasuk sifat, dan jenis usaha klien, struktur organisasinya, struktur permodalan, metode produksi, pemasaran, distribusi dan lain-lain.

Sumber & Referensi :

http://www.docstoc.com/docs/116713671/SI-Audit-(3)

http://www.slideshare.net/IsmeSemangat/perencanaan-audit-9883055